05.2 - Kapan Harus Ternak Channel?
Dari Kreator Jadi Juragan Channel
Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang. Kalau channel utama lu tiba-tiba bermasalah, lu harus punya cadangan. Inilah yang disebut strategi Ternak Channel.
1. Syarat Utama Buat Scale Up
Jangan buru-buru bikin channel kedua kalau:
- Channel Pertama Belum Stabil: Belum monet atau belum gajian rutin.
- Workflow Belum Matang: Lu masih ngerjain semuanya sendiri dan keteteran.
- Modal Belum Ada: Ternak channel butuh investasi waktu atau tim (editor).
2. Strategi “Multi-Niche” vs “Sub-Niche”
Ada dua cara buat ternak channel:
- Multi-Niche: Bikin channel baru dengan topik yang bener-bener beda (misal: satu Gaming, satu Tutorial). Tujuannya buat ngeraup pasar yang beda.
- Sub-Niche/Re-purposing: Ambil konten dari channel utama, terus diolah lagi. Misal: Channel utama video panjang, channel kedua khusus potongan YouTube Shorts-nya aja.
3. Delegasi adalah Kunci
Kalau udah punya 3 channel ke atas, lu gak mungkin sanggup edit sendiri.
- Hire Editor: Cari editor freelance buat ngerjain teknis.
- SOP (Standard Operating Procedure): Bikin aturan main biar kualitas video di semua channel tetep sama meskipun bukan lu yang megang script/edit.
Matriks Evaluasi Scale Up
| Indikator | Waktunya Scale Up? | Tindakan |
|---|---|---|
| Gajian Rutin | Iya | Sisihkan 30% buat modal channel baru. |
| Sistem Berjalan | Iya | Cari niche yang CPM-nya lebih tinggi dari channel pertama. |
| Masih Capek Sendiri | Jangan Dulu | Fokus benerin workflow atau cari asisten dulu. |
Final Note: Fokus ke kualitas, baru kuantitas. Satu channel yang sehat dan punya komunitas loyal jauh lebih berharga daripada 10 channel sampah yang nunggu waktu buat di-banned YouTube.
Selesai
Akhir Modul
