banyak yang dicap pintar, bisa a, i, u, e, o sampai salto. tapi kalau kepintarannya disimpan untuk diri sendiri, apakah masih bisa disebut pintar ?
mengetahui saja memang bisa membuat pintar, namun ketika kita menggunakan pengetahuan tersebut, dunia dan seisinya akan berpihak kepadamu…
nyatanya tidak begitu…
Masalahnya, priotasnya sudah berubah, yang dulu waktunya dihabiskan untuk mengumpulkan pengatahuan namun ternyata apa yang diketahui tidak bisa membuatnya bertahan hidup hanya dari pengetahuan
alhasil, pengetahuan itu menjadi dilupakan, dan memilih hal yang lebih pasti agar kebutuhan hidup terpenuhi…
mencoba mencari bukti
dulu saya sempat ber-eksperimen saat masa smk
kala itu saya melihat nilai raport saya tidak pernah masuk peringkat 10 besar
ber-idelah saya untuk mencoba meningkatkan peringkatnya.
saya mencoba belajar dengan cara berbeda, mulai memperhatikan penerangan guru lebih jeli lagi, mencoba membuat rangkuman dari setiap bab
sampai akhirnya ujian tiba…
soal-soal jadi mudah dipahami, informasi yang saya kumpulkan saat belajar membantu dalam menentukan jawabannya
setelah selesai ujian dan pembagian rapot, jreng-jreng saya tidak menyangkan bisa dapat peringkat 3
yang dulunya hanya bisa ada diperingkat 15 keatas tiba-tiba jadi ke-3
ini semua terjadi karena saya menggunakan apa yang diketahui pada saat yang tepat
mengumpulkan pengetahuan lalu digunakan saat ada kesempatannya
membuat semuanya jadi masuk akal sekarang, pengetahuan harus digunakan pada waktu yang tepat, jika terlewat maka pengetahuan tersebut akan basi dan tidak berguna…
kepintaran ada masa kadaluarsanya…
lihat tuh anak si a dulu dia suka juara a, i, u, e, o. tapi sekarang hidupnya ? jadi pengamen jalanan…
seperti cerita diatas pengetahuan kalau digunakan disaat yang tepat akan menghasilkan hal yang luar biasa
tapi ketika waktunya sudah terlewat, pengetahuannya jadi basi dan tidak berguna
pengetahuan akademisi dengan kehidupan nyata sangat berbeda jauh
yang dulunya akademisi hanya perlu mengetahui lalu menjawabnya,
dikehidupan nyata pengetahuan perlu diaplikasikan tidak bisa disimpan hanya untuk diri sendiri saja…
terjebak dengan pengetahuan masa lalu
pengetahuan yang sudah terlalu lama diketahui, belum tentu relevan dihari ini
jika masih terus mempertahankannya, tanpa ada yang dikembangkan lagi
maka sudah dapat dipastikan, kamu terjebak dengan pengetahuan lampau
ketika bertemu orang baru, pengetahuan lamamu itu belum tentu lebih baik dari yang dia ketahui…
mengarsipkan pengetahuan masa lalu, bisa menjadi jalan masuk untuk pengetahuan baru yang bisa lebih relevan dengan perkembangan jaman…
apa yang harus dilakukan
mengarsipkan dan lupakan pengetahuan yang sudah tidak berlaku lagi
pengetahuan dan usia adalah 2 hal yang tidak bisa saling berjauhan
diusia muda pengetahuannya seputar akademisi
diusia dewasa pengetahuannya sudah mulai beralih ke kehidupan nyata
diusia tua pengetahuannya diberikan sebagai bukti perjalanan hidup

