mengartikan kata cyber security, bisa disebut sebagai keamanan siber.
dimana seseorang melakukan perlindungan mencakup ruang lingkup digital, diantaranya aset digital, data, jaringan dan sistem
awalnya saya merasa bingung, apa yang dilakukan dari pekerjaan cyber security ini.
kalau programmer kan jelas dia melakukan kode, kalau desainer dia menggambar. tapi kalau cyber security dia ngapain ya ?
disinilah saya mulai penasaran dari tugas yang dilakukan cyber security, hingga saya tertarik dengan pelatihan ini
saat awal mempelajari materi pelatihan, saya mulai memahami kalau setiap proses yang terjadi ada kemungkinan kerentanan yang harus diatasi
artinya cyber security itu luas sekali cakupannya, kata cyber security itu hanya permukaannya saja. tapi ketika mencoba mempelajari kedalam akan banyak sekali jalurnya
…
untungnya pelatihan yang saya ikuti ini masih berupa dasar keamanan digital, jadi saya bisa paham dan sedikit nyambung dengan basic saya sebagai mantan penulis kode
nah buat yang penasaran apa saja yang saya pelajari, disini saya mau berbagi ringkasannya
Daftar Isi Artikel
Network Communication
Device
disini saya diajarin dasar jaringan, bagaimana sebuah perangkat bisa berkomunikasi satu antar lainnya yaitu dengan menggunakan jaringan komputer
Paket Data
dilanjut bagaimana data bisa dikirim dari satu perangkat ke perangkat lainnya, yang ternyata data tersebut dipecah menjadi sebuah paket
Alamat Digital
untuk mengidentifikasi perangkat agar tidak salah kirim paket data, maka alamat digital diterpkan. alamat digital ini berupa IP Address dan Mac Address
IP Address bisa diartikan alamat sementara yang digunakan perangkat saat terhubung kejaringan, sedangkan mac address adalah identitas unik dari perangkat yang sifatnya permanen
artinya 1 perangkat memiliki mac adressnya masing-masing dan itu selalu unik
Protokol Jaringan
untuk pengiriman paket data, perangkat pengirim dan penerima harus menggunakan aturan yang sama atau bisa disebut protokol
protokol inilah yang menjembatani pengiriman paket data tersebut,
terdapat berbagai macam jenis protokol yang bisa digunakan, namun yang dijelaskan disini hanya 1 protokol saja yaitu http/https
mungkin karena prtokol http/s adalah jenis protokol yang sering digunakan secara umum
Perangkat Penghubung
nah tahap selanjutnya agar data bisa dikirimkan dari satu perangkat keperangkat lainnya, maka dibutuhkan peran dari perangkat keras (hardware) dan layanan jaringan seperti router, switch dan isp
router berfungsi sebagai pengarah jalur rute data
switch berfungsi sebagai penghubung antar perangkat dalam satu jaringan lokal yang sama
isp berfungsi sebagai penyedia layanan internet, yang menghubungkan jaringan lokal ke jaringan global sehingga data bisa dikirimkan ke perangkat yang sangat jauh lokasinya
Perjalanan Data
kalau dirangkum rute pengiriman data antar perangkat bisa digambarkan seperti ini
perangkat -> router/swtich -> isp -> internet -> server
Memahami Model OSI
penjelasn diatas bisa dibilang merupakan bagian dari Model OSI (Open Systems Interconnection)
Model OSI sendiri merupakan kerangka kerja yang ditetapkan oleh organisasi ISO (International Organization for Standardization) untuk menjadi standar dalam proses komunikasi data
hal ini dilakukan agar berbagai perangkat dari vendor yang berbeda bisa saling berkomunikasi
dalam komunikasi data, Model OSI membagi 7 Lapisan atau tahapan yang bisa disebut OSI Layer
ke-7 lapisan ini bekerja secara terstruktur untuk menangani komunikasi data, berikut urutannya
- Physical Layer: mengatur transmisi data mentah melalui media fisik seperti kabel maupun gelombang radio
- Data Link Layer: mengubah data menjadi frame serta melakukan koreksi data
- Network Layer: menentukan rute terbaik untuk mengirimkan data ketujuan
- Transport Layer: memecah data menjadi potongan-potongan kecil, lalu menyusun kembali ketika sampai ketujuan
- Session Layer: membuka, mengelola, dan menutup sesi komunikasi antar aplikasi
- Presentation Layer: menerjemahkan, mengenkripsi, mengompress format data agar bisa dibaca ketika sampai application layer
- Application Layer: antar muka atau lapisan teratas yang dekat dengan pengguna bisa disebut aplikasi jaringan
seperti yang terlihat diatas pengiriman data melalu banyak sekali tahapan, yang setiap tahapannya bisa saja memiliki kerentanan yang terjadi
Apa tujuan utama dibuatnya standar model OSI oleh ISO?
Cyber Threats
kalau didunia nyata ancaman bisa berupa kehilangan barang, pemerasan, dan lain sebagainya
sedangkan didunia digital hampir mirip juga ancamannya, misal kebocoran data, pengambil alihan akun, sampai meminta tebusan, penipuan online, bahkan sampai merusak sistem
ancaman yang bisa terjadi pada dunia digital bisa bermacam-macam bahkan sangat kompleks, penyerang biasanya memanfaatkan tahapan Model OSI untuk memeriksa kerentanan satu persatu,
ketika satu layer ada celah disitu kerentanan bisa terjadi
untuk mengetahui apa saja penyerangan yang bisa terjadi disetiap layer, berikut daftarnya
| Urutan | Nama Layer | Ancaman |
|---|---|---|
| 7 | Application | Phising, SQL Injection, Malware |
| 6 | Presentation | SSL Striping, Decryption Attact |
| 5 | Session | Session Hijacking, MitM (Man in the Middle) |
| 4 | Transport | SYN Flood, UDP Flood (DDoS) |
| 3 | Network | IP Spoofing, Ping Flood |
| 2 | Data Link | ARP Spoofing, MAC Flood |
| 1 | Physical | Wiretapping, Jamming, Perusakan |
dari sekian banyaknya penyerangan yang ada, yang paling krusial biasanya dilapisan layer ke-7 yaitu application, disini penyerang menargetkan pengguna misalnya mencuri data, membajak akun, bahkan penyebaran virus
dan yang tidak kalah menarik yaitu penyerangan pada layer 4, yaitu DDoS disini sistem bisa lumpuh seketika ketika ada penyerangan jenis ini kalau tidak dicegah
Jejak Digital
ketika beraktivitas didunia digital, kita bisa dengan atau tanpa sengaja meninggalkan jejak
misalnya ketika memberikan interaksi pada suatu post disosial media seperti like, komentar, share. ini bisa dikatakan jejak digital
- misal like, menandakan minat kita terhadap post tersebut
- lalu komentar, bisa memberikan gambaran tentang diri bagaimana menyikapi sebuah informasi
- postingan yang diunggah, menandakan minat dan ketertarikan
- riwayat pencarian, bisa menunjukan apa yang sedang dibutuhkan
- lokasi & aktivitas, bisa mengetahui pola aktivitas keseharian
Kategori Jejak Digital
jejak digital juga bisa dikategorikan menjadi 2 bagian yaitu
Jejak Digital Aktif : jejak ini kita tinggalkan secara sadar seperti berinteraksi disosial media, mengisi formulir dan lain sebagainya
Jejak Digital Pasif : jejak ini tidak sadar kita lakukan karena sistem layanan yang melakukannya, seperti menyimpan riwayat pencarian, menyimpan lokasi, dll
Menyadari Jejak Digital
ketika menyadari adanya jejak dari sebuah aktivitas yang dilakukan, saya menjadi lebih waspada menggunakan data pribadi secara terbuka diruang digital
setiap data memiliki resikonya tersendiri, mulai dari yang resiko rendah, sedang, bahkan tinggi
- misal resiko rendah, seperti penyebaran nama dan tanggal lahir.
- jejak resiko sedang, nomor hp, alat rumah, akun sosmed, lokasi realtime
- resiko tinggi, ktp, foto wajah, password, nomor rekening / kartu kredit
dari tiap tingkatan, resiko yang paling merugikan yaitu yang paling tinggi karena bisa menyebabkan kerugian, penyalah gunaan data, pengambil alihan akun, dan masih banyak lainnya
Serangan yang memanfaatkan Jejak Digital
ketika data bocor atau tersebar kepublik, dan data tersebut merupakan yang memiliki tingkat resiko tinggi.
biasnya akan ada penyerangan yang terjadi seperti
Phising : menyamar menjadi penyedia layanan atau semacamnya yang menyebarkan link palsu guna mendapatkan data kredensial layanan seperti username dan password
Social Engineering : melakukan rekayasa sosial untuk mendapatkan informasi tertentu, misalnya berpura pura menjadi orang dekat keluarga atau semacamnya untuk memberikan atau melakukan hal tertentu yang bisa berdampak mengabaikan presedur keamanan
Penipuan Online : data dipakai oleh penipu untuk merusak reputasi nama atau semacamnya, ini sering terjadi untuk merusak citra seseorang agar kehilangan kepercayaan atau bisa dituduh melakukan penipuan
CIA Triad
awalnya saya kira CIA ini merupakan agen amerika, ternyata bukan
arti dari CIA Triad yaitu Confidentiality, Integrity, dan Availability
ini merupakan konsep dasar yang menjadi fondasi keamanan yang digunakan ketika terjadi sebuah insiden keamanan siber maupun saat membuat sisitem
ketiga pilar ini selalu menjadi acuan utama untuk menilai resiko yang terjadi
Confidentiality (Kerahasiaan)
pilar Confidentiality ini memastikan bahwa data sensitif hanya bisa diakses oleh orang, perangkat, atau proses yang memiliki izin resmi
misalnya saya punya akun sosial media, nah yang megang username dan passwordnya saya sendiri tapi karena kecerobohan yang tidak terduga data akun bocor dan akun sosial diretas
disini sudah terlihat bahwa pilar ini sudah terdampak karena tidak bisa menjaga kerahasiaan data
…
contoh lainnya misal disebuah aplikasi web ada 2 hal akses yaitu user dan admin, user hanya bisa membaca datanya saja sedangkan admin bisa membaca semua data user
namun yang terjadi ternyata tidak seperti itu, user ternyata bisa membaca semua data user, disini terlihat kalau ada yang tidak beres. harusnya user tidak diperbolehkan membaca data user lain
Integrity (Integritas)
Pilar integritas memastikan keaslian data, apakah data utuh, andal, dan tidak diubah oleh pihak yang tidak berwenang
integrity menekankah bahwa data yang diterima harus sama persis dengan data yang dikirim
misal contoh kasus, ujang melakukan pembayaran dan harus konfirmasi dengan nominal tertentu. alih-alih ujang mentransfer sesuai nominal yang tertera, ujang hanya mentransfer sebagian saja. lalu bukti pembayarannya diubah baru dikirim sebagai bentuk bukti pembayaran
pelanggaran integritas yang terjadi dari contoh diatas yaitu ujang mengubah bukti transaksi
Availability (Ketersediaan)
Pilar Ketersediaan memastikan bahwa sistem, jaringan, dan data selalu dapat diakses oleh pengguna yang sah kapan pun mereka membutuhkannya.
contoh kasus, misal saya menggunakan jasa titip barang yang buka 24 jam, disana saya menitipkan barang karena saya ingin pergi tanpa terasa berat membawa barang
namun ketika saya sudah kembali dan ingin mengambil barangnya, ternyata penjaganya tidak ada ? saya jadi harus nunggu atau mungkin kembali lain waktu untuk bisa mengambil barang yang saya simpan tersebut
…
contoh nyata lainnya yaitu terjadi serangan DDoS pada layanan tertentu yang membuat layanan tidak bisa diakses saat sedang dibutuhkan, padahal keadaannya darurat sekali
Setiap Pilar saling berkaitan
ketika satu pilar CIA Triad terserang, maka pilar lainnya akan ikut terdampak
artinya ke 3 pilar ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi
sistem yang aman harus bisa menjaga ke 3 pilar sekaligus, rahasia, akurat dan bisa diakses
selain itu serangan tentu tidak hanya berhenti disatu pilar, tapi bisa mengarah kepilar lainnya
Pilar dalam CIA Triad yang memastikan bahwa data sensitif hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki izin resmi adalah...
Cyber Kill Chain
kalau sebelumya kita bahas dari sisi pertahanan, kali ini kita bahas dari sisi penyerangan
dalam kasus penyerangan biasanya pola serangan selalu melalui beberapa tahapan sebelum akhirnya sampai pada tujuan utamanya
hadirnya cyber kill chain adalah untuk mengidentifikasi serangan sudah sampai sejauh mana
cyber kill chain merupakan kerangka kerja atau model dalam mengidentifikasi pola serangan, model ini dikembangkan oleh perusahaan pertahanan kemanan Lockheed Martin
cyber kill chain dibagi menjadi 7 tahapan terstruktur berikut penjelasannya
Reconnaissance (Pengintaian)
tahap awal ini penyerang melakukan riset dan mengumpulkan informasi target sebelum melakukan serangan
aktivitas peretasan berupa : mencari informasi pribadi, meneliti arsitektur jaringan, mencari tahu teknologi web yang digunakan
Weaponization (Persenjataan)
penyerang mulai membuat atau menggunakan senjata untuk menyerang,
biasanya berupa malware, exploit, atau payload. tergantung jenis kerentanan yang ditemui
misalnya menyisipkan script kedalam dokumen, membuat file yang bisa mengeksekusi perintah, dan semacamnya
Delivery (Pengiriman)
tahap dimana senjata yang sebelumnya dibuat mulai diujicoba untuk melihat hasil akhirnya
ketika senjata masih kurang ampuh biasnya penyerang akan mencari celah lain lalu mengulangi tahapannya sampai bisa menemukan titik lemahnya
misalnya penyerang mencoba menyisipkan script berbahaya kedalam inputan, yang jika masuk kedalam sistem bisa membuat data rahasia terlihat
Exploitation (Eksploitasi)
ketika senjata penyerang menghasilkan eksploit yang berhasil, maka penyerang sudah bisa dikatakan mendapatkan akses awal
misalnya setelah inputan yang sebelumnya dilakukan, ternyata memunculkan data sensitif yang bisa berguna untuk masuk kedalam sistem
Installation (Instalasi)
Penyerang menanamkan aset atau program berbahaya secara permanen di dalam sistem korban agar mereka bisa masuk kembali kapan saja
biasanya berupa script tersembunyi yang bisa diakses penyerang kapan saja
Command & Control (Pengendalian)
setelah penyerang berhasil memiliki akses kesistem, akses kontrol sudah bisa dilakukan
jenis kontrol yang bisa dilakukan tergantung dari eksploit yang didapatkan, ketika tahap eksploitnya sudah sangat berbahaya, sistem bisa dengan mudah dikendalikan secara penuh
Actions on Objectives (Aksi Tujuan Penyerangan)
penyerang yang sudah memiliki akses kontrol, akan melakukan tujuan utama penyerangan yang akan berdampak pada pilar CIA Triad
- misal mencuri data, akan berdampak pada confidentiality
- mengubah isi database, berdampak pada integrity
- mengunci data bahkan menghapusnya, berdampak pada availability
Kerangka Kerja selain Cyber kill chain
ada namanya kerangka kerja MITRE ATT&CK, kerangka ini berbeda cara penerapannya dengan Cyber Kill Chain
kalau di MITRE ATT&CK tahap identifikasi tidak secara linear atau ber-urutan, artinya pola serangan bisa saja terjadi ketika sudah ditahap installation
kalau di cyber kill chain kita mengidentifikasi lalu mencegat agar penyerang tidak bisa lanjut ketahap selanjutnya
sedangkan di MITRE ATT&CK kita sudah mengetahui serangan dan langsung mencegahnya langsung
Cyber Kill Chain digunakan oleh level manajemen/pimpinan untuk melihat roadmap serangan, sementara MITRE ATT&CK digunakan oleh para analis teknis untuk mendeteksi kode berbahaya dan memburu peretas di lapangan secara spesifik.
Peretas mengunci seluruh data perusahaan menggunakan Ransomware dan meminta uang tebusan. Aktivitas ini berada pada tahap terakhir Cyber Kill Chain, yaitu...
IAM (Identity & Access Management)
identity dan akses manajemen digunakan untuk mengatur pengguna agar hanya dapat melakukan hal-hal yang bisa dilakukannya.
setiap pengguna tentu memiliki akses yang berbeda, misal guest, user, admin
Password Management
password management digunakan untuk mengelola password, ketika memiliki banyak akun sosial media, market place, dan sejenisnya. password management dibutuhkan agar mengelola akun menjadi mudah
dengan menggunakan alat password management seperti google password manager, hanya butuh satu akun google untuk menyimpan banyak akun lainnya.
perlu diketahui akun google yang dipakai untuk menyimpan banyak password akun lain harus memiliki tingkat keamanan yang tinggi, mengaktifkan mfa, otp, serta backup recoverynya
MFA (Multi-Factor Authentication)
faktor yang biasa dipakai untuk authentikasi: know, have, are
- know : yang kita ketahui, misal password, pin, dll
- have : yang kita miliki, misal hp, kartu, dll
- are : yang ada ditubuh, misal sidik jari, wajah, mata
multi factor authentication, melakukan vertifikasi lebih dari 1x untuk memastikan bahwa yang mengakses adalah orang yang layak.
MFA menggabungkan 2 faktor atau lebih, misalnya ketika sudah memasukan password, maka ada langkah tambahan seperti memasukan kode otp, pin, dll. ini menggabungkan 2 faktor know dan have.
jadi ketika penyerang mengetahui password (know), maka masih ada lapisan keamanan lainnya yang dia tidak punya (have) seperti kode otp maupun pin
ada 5 jenis mfa yang biasa digunakan :
- sms otp
- email otp
- authentication app
- biometrik
- hardware key
pertanyakan ini untuk mengetahui apakah akun tidak mudah diretas atau tidak:
- apakah password sulit ditebak, pastikan menggunakan kombinasi angka huruf simbol
- apakah sudah mengaktifkan mfa, dengan mfa penyerang brute force tidak akan bisa masuk hanya dengan password saja
- apakah perangkat aman dari virus, pastikan perangkat tidak ada virus, biasanya penyerang bisa memanfaatkan cookies browser untuk mengambil alih akun
Compliance (Kepatuhan Dasar)
Kepatuhan dasar pada kebijakan yang berlaku bisa meningkatkan keamanan serta kenyamanan
dengan mempraktekan kepatuhan dasar kita bisa menutup celah serangan siber paling umum
Kebiasaan Keamanan Tingkat Personal
- menggunakan kata sandi yang kuat untuk setiap akun
- mengaktifkan MFA pada akun penting
- memisahkan akun untuk kebutuhan tertentu (misal personal, game, bisnis)
- tidak menyimpan password dibrowser maupun aplikasi chat
- tidak menggunakan aplikasi tani
- menggunakan antivirus
- memperbarui aplikasi dan sistem
- membackup data secara berkala
- berhati-hati ketika menggunakan layanan internet publik dan mengakses web
Praktik Keamanan Digital tingkat Instansi
- Kebijakan akses jelas, siapa berhak mengakses apa
- Pelatihan keamanan secara rutin untuk seluruh anggota
- Melaporkan Insiden secepat mungkin
- Audit dan Evaluasi keamanan secara berkala
Aturan, Kebiasaan, dan Konsistensi
pada akhirnya keamanan digital terletak pada setiap individu itu sendiri,
dengan aturan yang jelas, lalu membangun kebiasaan sampai ketahap konsistensi
semua perlu dilakukan untuk mencapai keamanan digital yang sepenuhnya aman

